Menjelang peralihan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan (BPHTB), potensi perolehan pajak di tahun mendatang diprediksi semakin meningkat. Hal ini seiring dengan perkembangan investasi sector property dan gairah investasi pemilik modal di Kota Bogor.
Demikian dikatakan Walikota Bogor Diani Budiarto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan dalam acara Sosialisasi Peningkatan Wawasan dan Pengetahuan tentang PBB P2 di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Rabu (18/1/2012).
“Dan potensi itu insyaAllah akan seluruhnya menjadi potensi kekuatan PAD kota Bogor karena sesuai amanat UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, PBB P2 tidak lagi menjadi pajak pusat tetapi telah menjadi pajak daerah,” kata Diani.
Untuk itu, Diani mengajak segenap unit kerja terkait untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dengan persiapan yang baik dan matang, pelaksanaan pengalihan PBB P2 di kota Bogor dapat berjalan dengan baik. Indikatornya terletak pada kemampuan petugas terkait untuk mendorong dan memastikan besaran potensi PBB P2 menjadi realisasi yang akan semakin meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bogor.
Sebelumnya bagi hasil PBB P2 untuk kabupaten/ kota memiliki porsi tidak lebih 80 persen saja karena masih ada sebesar 16,2 persen yang harus diserahkan untuk provinsi. Dengan perubahan UU, seluruh bagi hasil PBB P2 akan menjadi hak kabupaten/ kota.
Namun, Diani menyadari, ada begitu banyak tantangan dalam implementasi PBB P2 sebagai pajak daerah di kota Bogor. Hal ini dikaitkan dengan banyaknya jumlah objek pajak PBB P2 yang mencapai 235 ribu objek pajak. Jumlah objek pajak yang besar ini memang telah menjadi salah satu potensi permasalahan, baik dari sisi administrasi pengelolaan maupun pemungutannya.
Namun, besar harapan Diani, tantangan di atas tidak menyurutkan berbagai langkah persiapan Pemkot Bogor menuju implementasi pengalihan PBB P2 sebagai pajak daerah di kota Bogor. (eka)
Sumber: Kota Bogor (dian/gus)