BeritaBogor.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan lahan seluas lima hektare di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, yang dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Sekolah berasrama tersebut dirancang mampu menampung hingga 2.000 siswa dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan nantinya diberikan secara gratis, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya pada Rabu (23/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Dedie didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.
Di lokasi, sejumlah alat berat telah beroperasi untuk melakukan penataan dan pematangan lahan yang akan digunakan sebagai kawasan utama Sekolah Rakyat.
Land Clearing Ditargetkan Rampung November 2026
Saat ini, Pemkot Bogor memprioritaskan proses pematangan atau land clearing pada area seluas sekitar 2,5 hektare dari total lahan lima hektare yang telah disiapkan.
Sementara itu, sisa lahan akan dimanfaatkan untuk berbagai sarana penunjang yang mendukung aktivitas pendidikan maupun kehidupan para siswa di kawasan sekolah berasrama tersebut.
Proses pematangan lahan ditargetkan dapat diselesaikan pada 9 November 2026.
Setelah tahapan land clearing rampung, Pemkot Bogor selanjutnya akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas tahapan pembangunan konstruksi fisik Sekolah Rakyat.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting karena kondisi kontur tanah di kawasan Rancamaya dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum pembangunan gedung dilakukan.
Dedie mengatakan, aspek keamanan dan kenyamanan siswa menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menyiapkan kawasan Sekolah Rakyat.
Pemkot Bogor juga berencana memanfaatkan aset yang saat ini digunakan oleh DKPP sebagai bagian dari penataan kawasan. Langkah tersebut dipertimbangkan dengan melihat kondisi kontur tanah di lokasi yang cukup terjal.
“Kami juga mikirin bagaimana kenyamanan dan keamanannya, supaya secara konstruksi mereka merasa nyaman sekolah dan tinggal di sini,” ujar Dedie.
Sekolah Rakyat Tampung 2.000 Siswa SMP dan SMA
Sekolah Rakyat di Rancamaya nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 2.000 siswa.
Fasilitas pendidikan tersebut akan menggunakan konsep sekolah berasrama sehingga siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga tinggal di lingkungan sekolah dengan fasilitas pendukung yang telah disediakan.
Jenjang pendidikan yang direncanakan meliputi SMP dan SMA.
Program Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial. Di Kota Bogor, program tersebut diarahkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berdomisili di wilayah Kota Bogor.
Dengan sistem sekolah berasrama dan pembiayaan pendidikan secara gratis, program tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Dedie menilai pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga pada masa mendatang.
“Kalau mereka bisa sekolah di sini, asrama, mendapatkan pendidikan yang baik-baik, tentu ke depan akan bisa mengubah nasib keluarga mereka,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan baru. Program tersebut juga membawa misi sosial untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
Pembangunan Dibiayai APBN
Pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya tidak menggunakan anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD Kota Bogor.
Seluruh biaya pembangunan sekolah berasrama tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Anggaran pembangunan akan disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial sebagai kementerian yang menginisiasi program Sekolah Rakyat.
Sementara Pemkot Bogor berperan dalam menyiapkan lahan serta mendukung berbagai kebutuhan di tingkat daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan kembali dilakukan setelah proses pematangan lahan selesai.
Tahapan selanjutnya akan berfokus pada pembangunan konstruksi fisik, termasuk gedung pendidikan, fasilitas asrama, serta berbagai sarana pendukung yang dibutuhkan siswa selama menjalani pendidikan.
Pemkot Bogor Prioritaskan Keamanan Kawasan
Persiapan pembangunan juga memperhatikan karakteristik geografis kawasan Rancamaya.
Kontur tanah yang cukup terjal membuat proses pematangan lahan harus dilakukan secara cermat agar kawasan sekolah nantinya memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan.
Hal tersebut menjadi perhatian karena Sekolah Rakyat tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi tempat tinggal bagi ribuan siswa.
Dengan demikian, perencanaan kawasan perlu mempertimbangkan kebutuhan kegiatan pendidikan, fasilitas asrama, aksesibilitas, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Pemkot Bogor berharap proses penyiapan lahan dapat berlangsung sesuai target sehingga tahapan pembangunan fisik dapat segera dilakukan bersama pemerintah pusat.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, keberadaan Sekolah Rakyat Rancamaya diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mampu memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor.
Selain menyediakan sarana pendidikan, konsep sekolah berasrama juga diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih terarah sehingga para siswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih merata, terutama bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Dengan kapasitas mencapai 2.000 siswa, Sekolah Rakyat Rancamaya diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pendidikan berasrama berskala besar di Kota Bogor yang secara khusus ditujukan bagi masyarakat prasejahtera.

