BeritaBogor.com - Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dengan fokus pada pemrosesan kecerdasan buatan secara lokal. Chipset terbaru ini diklaim mampu menjalankan agen AI personal, meningkatkan kemampuan kamera, hingga memproses model AI berskala puluhan miliar parameter tanpa bergantung penuh pada komputasi awan.
Qualcomm resmi memperkenalkan dua prosesor seluler kelas flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dalam gelaran tahunan Snapdragon Summit pekan ini.
Generasi baru chipset tersebut membawa peningkatan besar pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Qualcomm menempatkan pemrosesan AI langsung di perangkat sebagai salah satu fondasi utama pengembangan prosesor terbarunya.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai fungsi AI yang sebelumnya banyak bergantung pada pusat data dan layanan komputasi awan dapat dijalankan langsung melalui ponsel pengguna.
Selain mempercepat respons, pemrosesan secara lokal juga dirancang untuk memberikan pengalaman AI yang lebih personal karena sejumlah data dan aktivitas dapat diproses langsung pada perangkat.
AI Bisa Mengenali Kebiasaan Pengguna
Salah satu peningkatan utama Snapdragon 8 Elite Gen 6 berada pada kemampuan pemrosesan AI lokal.
Chipset tersebut dilengkapi sensing hub generasi baru yang diklaim mampu menjalankan model AI hingga 200 juta parameter secara langsung di perangkat.
Kemampuan itu memungkinkan sejumlah fungsi AI tetap bekerja tanpa koneksi internet. Salah satu contohnya adalah fitur personal scribe yang dapat membuat catatan berdasarkan percakapan sekaligus membedakan suara dari beberapa pembicara.
AI di perangkat juga dirancang dapat membangun semacam memori berdasarkan pola penggunaan sehari-hari.
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sistem untuk memahami kebiasaan pengguna dan memberikan rekomendasi terkait berbagai aktivitas yang dapat diotomatisasi.
Dengan kemampuan tersebut, ponsel diharapkan tidak sekadar merespons perintah yang diberikan pada saat itu, tetapi juga memahami konteks penggunaan perangkat secara lebih luas.
Arsitektur AI terbaru Qualcomm turut mendukung proses voice-in dan voice-out. Artinya, sistem dapat menerima instruksi melalui suara sekaligus memberikan jawaban berbentuk suara secara langsung.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 juga membawa akselerator baru yang ditujukan untuk menjalankan model AI dengan konsumsi daya lebih efisien.
“Kami menghadirkan arsitektur ini agar pengguna dapat merasakan interaksi dengan asisten virtual yang sangat responsif langsung dari genggaman mereka,” kata perwakilan Qualcomm dalam konferensi tersebut.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Jalankan Model 30 Miliar Parameter
Kemampuan AI yang lebih besar disematkan Qualcomm pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Varian tertinggi dalam keluarga chipset tersebut diklaim mampu menjalankan model mixture-of-experts atau MoE dengan kapasitas mencapai 30 miliar parameter secara lokal.
MoE merupakan pendekatan yang memungkinkan sebuah model memiliki jumlah parameter sangat besar tanpa harus mengaktifkan seluruh parameter tersebut ketika menjalankan satu tugas.
Sistem hanya menggunakan bagian model atau kelompok parameter yang relevan berdasarkan instruksi yang sedang diproses.
Metode tersebut memungkinkan pemrosesan AI berskala besar tetap berjalan dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibandingkan apabila seluruh parameter diaktifkan secara bersamaan.
Kemampuan menjalankan model berukuran besar langsung di perangkat juga memperlihatkan arah baru persaingan produsen chip dan perangkat seluler dalam menghadirkan AI generatif.
Sebagai perbandingan yang disampaikan dalam informasi peluncuran, Apple sebelumnya memperkenalkan model berbasis MoE dengan kapasitas 20 miliar parameter dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) pada Juni.
Persaingan kedua pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemrosesan AI lokal mulai menjadi salah satu area penting dalam pengembangan perangkat bergerak generasi berikutnya.
Kamera Dapat Kontrol hingga Tingkat Piksel
Peningkatan Snapdragon generasi terbaru tidak hanya berpusat pada AI generatif.
Qualcomm turut meningkatkan kemampuan pengolahan gambar dengan menghadirkan kontrol kamera hingga tingkat piksel atau pixel-level control.
Teknologi tersebut dirancang agar sistem dapat melakukan pemrosesan gambar secara lebih presisi, termasuk ketika mengenali pergerakan objek dan melakukan stabilisasi gambar.
Qualcomm menargetkan kemampuan itu dapat membawa pengalaman fotografi yang semakin mendekati penggunaan perangkat profesional, tetapi tetap mudah digunakan melalui smartphone.
Pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, kemampuan video juga memperoleh peningkatan cukup besar.
Chipset tersebut mendukung perekaman video hingga resolusi 8K pada 60 frame per second (fps).
Sementara untuk kebutuhan video gerak lambat, perangkat berbasis chipset tersebut dapat mendukung perekaman 4K hingga 240 fps.
Qualcomm turut memasukkan dukungan codec Advanced Professional Video (APV). Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas perangkat dalam proses produksi video berkualitas tinggi, termasuk penggunaan yang membutuhkan standar lebih mendekati produksi sinematik.
AI Digunakan untuk Meredam Kebisingan
Kecerdasan buatan juga dimanfaatkan Qualcomm pada sektor audio.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi Extreme mempunyai sistem yang dapat mengenali vokal pengguna sekaligus mengurangi suara bising dari lingkungan sekitar.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah fitur bernama voice bubble.
Fitur tersebut dirancang untuk menciptakan area isolasi suara sehingga suara pengguna dapat dipisahkan dari kebisingan latar belakang ketika melakukan panggilan.
Teknologi seperti ini berpotensi berguna ketika pengguna melakukan panggilan di kawasan ramai, seperti transportasi umum, jalan raya, kafe, atau ruang publik lainnya.
Motorola Signature 27 Gunakan Snapdragon Terbaru
Bersamaan dengan pengumuman chipset tersebut, Motorola memperkenalkan rencana penggunaan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 melalui smartphone premium terbarunya, Motorola Signature 27.
Perangkat itu disebut akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 secara eksklusif.
Motorola Signature 27 dijadwalkan meluncur secara global dan tersedia untuk konsumen menjelang akhir tahun ini.
Kehadiran perangkat tersebut menjadi salah satu implementasi awal dari kemampuan AI lokal yang diperkenalkan Qualcomm melalui generasi terbaru Snapdragon.
Qualcomm juga menyatakan saat ini tengah bekerja sama dalam pengembangan lebih dari 40 perangkat berbasis AI.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya menempatkan kecerdasan buatan sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai salah satu elemen utama dalam pengembangan ekosistem perangkat generasi selanjutnya.
Ponsel Diproyeksikan Jadi Pusat AI Personal
Perkembangan Snapdragon terbaru sekaligus memperlihatkan perubahan arah implementasi AI pada perangkat konsumen.
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan AI generatif umumnya mengandalkan server berbasis komputasi awan untuk memproses permintaan pengguna. Model AI berukuran besar membutuhkan kemampuan komputasi yang sulit disediakan oleh perangkat seluler.
Perkembangan prosesor membuat sebagian pekerjaan tersebut mulai dapat dipindahkan langsung ke ponsel.
Dengan pemrosesan lokal, respons AI berpotensi menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi kebutuhan untuk terus mengirimkan data ke server eksternal.
Arah pengembangan itu juga membuka peluang hadirnya agen AI yang lebih personal. Sistem dapat memanfaatkan konteks aktivitas sehari-hari untuk membantu pengguna menjalankan pekerjaan tanpa harus menerima instruksi yang sama berulang kali.
Pandangan bahwa smartphone akan menjadi perangkat utama untuk menjalankan AI sebelumnya turut disampaikan pendiri Nothing, Carl Pei.
Dalam informasi yang disampaikan pada Snapdragon Summit, pandangan serupa juga dikaitkan dengan CEO Apple John Ternus dalam peluncuran seri iPhone Duo awal bulan ini.
Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Qualcomm kini mempertajam strategi tersebut dengan membawa kemampuan model AI yang semakin besar langsung ke perangkat.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan ponsel flagship ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan CPU, kualitas kamera, ataupun performa grafis. Kemampuan menjalankan AI secara lokal, cepat, hemat daya, dan semakin personal mulai menjadi medan persaingan baru industri smartphone.



